Mengapa Ruyandi Hutasoit Berpolitik ?!?

Oleh : ML Denny Tewu.

Pertanyaan ini terus berputar dikalangan umat Kristiani, apakah ini suatu Visi yang dari Tuhan ataukah hanya sekedar Ambisi manusiawi ???

Bila melihat keadaan bangsa Indonesia yang kita cintai ini, maka pada umumnya anak muda dan bahkan masyarakat di Indonesia pesimis dan skeptis terhadap perpolitikan di Indonesia, mereka akan sinis bila di ajak berbicara tentang politik, minimal ada tiga hal yang menyebabkan mengapa sikap mereka seperti itu :

 1.   Arena perpolitikan di Indonesia terlanjur dianggap merupakan suatu wilayah yang tabu karena kotor dan menjijikkan, sehingga siapapun yang masuk wilayah itu perlu diwaspadai dan dipertanyakan ketulusannya.

2.      Kepercayaan masyarakat terhadap para politisi Indonesia sudah tidak dapat ditolerir lagi, karena arena politik selama ini merupakan wilayah mengumbar janji dan kebohongan, oleh karena itu perlu terus dikritisi atau dihindari.

3.      Sikap hidup, tutur kata dan keteladanan para politisi Indonesia tidak dapat dijadikan cerminan budaya bangsa yang berbudi pekerti luhur.

Kegalauan itu sebenarnya merupakan jeritan hati nurani bangsa ini, " Apakah sudah tidak ada lagi pemimpin bangsa ini, yang dapat dipercaya dan diteladani serta sungguh-sungguh mencintai bangsanya, sehingga rela berkorban apapun demi bangsanya dan bukan demi kelompoknya atau demi mempertahankan kekuasaannya semata ???"

Diawali dengan kelompok diskusi anak muda yang tergabung dalam Jaringan Pelayanan Alumni (JALA) dan Indonesian Youth Fellowship atau di Jakarta disebut Jakarta Youth Fellowship, memiliki keresahan yang sama dengan pemuda Indonesia lainnya terhadap kondisi bangsa ini. Dalam diskusi tersebut muncul pertanyaan : " Apakah tidak ada lagi pemimpin yang dapat dipercaya, berkualitas, memiliki kemampuan intelektualitas akademis, dikenal, memiliki integritas, dan dapat menjadi media Tuhan untuk menyatakan cinta kasihNya bagi bangsa ini ? ".

Melalui diskusi-diskusi mereka, maka dicoba membuat beberapa pertimbangan criteria dan kondisi untuk menentukan figure pemimpin bangsa Indonesia secara objective :

·         Budaya paternalistik yg masih kental dalam bangsa ini, sehingga perlu figure yang dapat menjadi panutan dan diterima oleh kalangan luas.

·         Masalah etnis, yang harus dapat mewakili suatu komunitas yang cukup besar.

·         Orang yang takut Tuhan , dapat dipercaya dengan kehidupan keluarga yang baik.

·         Memiliki kemampuan intelektual, dapat diterima masyarakat pada umumnya.

·         Memiliki networking / jaringan pelayanan yang luas.

·         Dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional.

·         Mampu dan Berani tampil membela kepentingan umat dan kelompok termarjinal lainnya, memiliki prestasi dalam kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan.

·         Memiliki iman yang teguh dan mengandalkan Kuasa dan Kasih Tuhan.

Jawabannya adalah tidak mudah, namun bukan tidak mungkin. Singkat cerita akhirnya melaui suatu proses seleksi dan survey kepada beberapa teman lainnya, kelompok pemuda tersebut menemukan figur yang cocok dan kelihatannya sesuai dengan kriteria tersebut di atas, masalahnya adalah apakah figur tersebut bersedia dan berani sebagaimana yang diharapkan ?!?

Figur tersebut adalah dr. Ruyandi Hutasoit Sp.U, MA. D.Min. yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan peristiwa " Pembakaran Dulos ".

Melalui hubungan baik dengan Pemimpin Redaksi Jemaat Indonesia pada saat itu Bapak Ben Sitompul yang sering meliput kegiatan - kegiatan kelompok anak muda tersebut, dimintakanlah Pak Ben untuk menghubungi Pak Ruyandi Hutasoit, lalu dikatakannya ; "bisa saja namun Pak Ruyandi tidak suka bicara masalah politik, karena sudah pernah partai besar yang mau mencalonkan beliau menjadi calon jadi, namun ditolaknya", dengan sederhana para pemuda tersebut menjawab kalau memang ini rencana Tuhan pasti terjadi kalau tidak yah berarti belum waktunya Tuhan, pokoknya diundang dan nanti kita lihat saja hasilnya.

Diluar dugaan Pak Ruyandi bersedia hadir dan mau bertemu dengan kelompok anak muda tersebut. Pertemuan terjadi tepatnya hari Rabu saat kelompok pemuda tersebut buka puasa bersama, dan sekitar jam 22.00 malam di SOF Cafe (Cafe Rohani) Pak Ruyandi baru bisa hadir, pertemuan bersejarah tersebut diawali dengan doa bersama dan Denny Tewu sebagai koordinator dari kelompok tersebut mulai mengawali pembicaraan mengapa mereka mengundang Pak Ruyandi bertemu. Mereka menanyakan bahwa kemungkinan Pemilu nanti akan lebih demokratis dan pemilihan Presiden akan dilaksanakan secara langsung oleh rakyat, untuk itu bagaimana sikap Pak Ruyandi dan siapa calon pemimpin yang akan dipilih ?

Awalnya Beliau ragu dan mengajukan beberapa nama seperti beberapa Jenderal yang dikenal dan beberapa politisi ulung yang sudah terkenal di Indonesia, kenapa bukan mereka – mereka itu yang dicalonkan untuk pemimpin bangsa akan datang.

Mereka menjawab " Pak, Rakyat butuh orang yang dapat dipercaya dan berani membela umat dan cinta pada bangsa ini, serta harus memenuhi beberapa kriteria penting untuk menjadi pemimpin yang dapat dijadikan teladan "

Pak Ruyandi sejenak berpikir dan merenung, rupanya pada jam sebelumnya Beliau baru habis berhotbah mengenai "kekuatan yang Tuhan anugerahkan kepada anak-anakNya" dengan ilustrasi telur burung rajawali yang dierami oleh induk ayam dan setelah menetas hidup seperti layaknya anak ayam yang kerjanya mencari cacing setiap hari, sampai mati burung tersebut tidak menyadari bahwa dia adalah burung rajawali yang dapat terbang melawan badai. Roh Kudus menggerakkan Beliau, apabila mengatakan tidak maka dia hanyalah seperti anak ayam, namun untuk katakan ia, maka resiko / badai yang akan dihadapinya bukanlah sederhana.

Akhirnya dengan mantap selayaknya orang yang beriman, Beliau katakan : " Baik kalau memang ini kehendak Tuhan, mari kita maju, dengan catatan hanya satu calon tunggal dari Pemimpin Kristiani, dan kalau maju harus menang karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini, saya siap mati untuk Bangsa Indonesia " .

Perasaan sukacita mewarnai pertemuan tersebut, dan disepakati kita akan doakan bersama serta konfirmasikan dengan berbagai pihak apakah ini kehendak Tuhan bagi bangsa ini.

Kita akan merinding dan terharu manakala mendengar ucapan terakhir Pak Ruyandi bahwa Beliau siap mati untuk Indonesia, yang berarti dalam konteks ini, adalah siap berjuang melalui jalur politik yang kotor, menakutkan dan hina di mata masyarakat pada umumnya apalagi bagi kalangan Rohaniawan Gereja, betapa Beliau harus siap dicemoh, ditertawakan, dikatakan ambisius, dihina, disingkirkan dalam pergaulan Hamba Tuhan, bahkan mungkin ditinggalkan para pengikutnya, popularitasnya sebagai Hamba Tuhan yang sedang naik daun bakal bisa hancur, dan berbagai kemungkinan badai yang sangat kuat akan menimpa, namun puji Tuhan imannya dan kecintaannya atas bangsa ini ternyata mengalahkan segala kekuatiran dan ketakutan atas berbagai kemungkinan buruk tersebut di atas.

Pertemuan berikutnya setelah mengkonfirmasikan dengan berbagai pihak akhirnya beserta sejumlah kawan-kawan yang memiliki visi yang sama terhadap bangsa ini disepakati perlu mengadakan perjuangan politik dan perjuangan moral melalui media Partai Politik dengan nama Damai Sejahtera dibawah kepemimpinan Pak Ruyandi Hutasoit. Lalu pada saat mulai memilih kepengurusannya maka kelompok pemuda tersebut mengatakan, bahwa kesediaan Pak Ruyandi sudah merupakan jawaban doa mereka bagi bangsa ini, selanjutnya silahkan secara mandiri membentuk kepengurusan yang berkualitas tanpa harus melibatkan mereka, namun Pak Ruyandi bersikeras untuk berjuang bersama dan bahkan memilih beberapa teman dalam posisi yang strategis, dan ilustrasi yang sama diperhadapkan pada kami, apakah tetap menjadi anak ayam atau menjadi burung rajawali.

Diteguhkan oleh Notaris pada tanggal 1 Oktober 2001 dan tepatnya 28 Oktober 2001 di deklarasikanlah suatu Partai Politik yang bernafaskan Kristiani dengan nama Partai Damai Sejahtera (PDS) yang dipimpin oleh Ketua Umumnya dr. Ruyandi Hutasoit Sp.U, MA, D.Min.

Selang berjalan satu tahun lebih, organisasi ini telah memiliki perwakilan di seluruh 31 provinsi di Indonesia (Info Daerah, pada situs www.partaidamaisejahtera.com), Ratusan Cabang di kabupaten dan Kota serta kecamatannya terus dibangun oleh para pemimpin wilayahnya secara mandiri, dengan dukungan peran aktif dari masyarakat serta bantuan networking / jaringan beberapa Pimpinan Gereja yang dapat melihat Visi Partai untuk membawa Damai Sejahtera bagi Bangsa yang besar ini.

Konsistensi "keteladanan" tetap dipertahankan sehingga criteria pengurus dalam AD ART dibuat seperti bagaimana Gereja memilih Majelisnya. Bahkan dengan Pilar Dasar Sukses Partai Damai Sejahtera :

o        Berdamai Dengan Tuhan

o        Berdamai Dengan Sesama

o        Berdamai Dengan Diri Sendiri

o        Berdamai Dengan Lingkungan / Alam.

Maka salah satu contoh ekstrim dalam implementasinya bahwa setiap pimpinan dan pengurus PDS diwajibkan dan didoakan, harus bebas atau dapat terlepas dari keterikatan atas "kecanduan merokok", pertanyaan sederhananya adalah, "Bagaimana mungkin kita dapat berjuang memulihkan bangsa ini dari krisis multidimensi, apabila kita tidak dapat membebaskan diri kita sendiri dari keterikatan atas rokok (hal kecil) ?"

Memang mencari orang yang sesuai criteria tidaklah mudah, namun bukan tidak mungkin. Dalam proses perjalanannya semakin nampak orang-orang secara alamiah terseleksi seturut kehendak Tuhan, kata kuncinya adalah ; "Dimana ada kebenaran dan keadilan maka Damai Sejahtera akan tumbuh " hal tersebut tetap menjadi landasan perjuangan partai ini.

Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil, dalam perjuangan ini kami membutuhkan "mereka-mereka yang memiliki Iman cukup sebesar biji sesawi", karena hanya mereka yang dapat melihat secara multi dimensi rencana Tuhan bagi bangsa ini dan memiliki kepekaan rohani atas tanda-tanda yang menyertai perjuangan ini. PDS tidak boleh bergantung pada orang kaya, orang pintar dan segala yang fana, PDS hanya bergantung pada Tuhan yang menentukan segalanya.

Peperangan utama para pejuang PDS adalah menghadapai peperangan rohani terhadap pemerintah-pemerintah dan penguasa di udara, hanya doa, puasa dan kerja keras serta pengorbanan yang dapat mengalahkannya, selanjutnya Tuhan akan memberikan hikmat, pengetahuan dan sukacita terhadap orang yang berkenan kepadaNya. Keyakinan kita, bila semua perjuangan tersebut memuliakan nama Tuhan di bumi Indonesia, maka pasti akan terjadi pemulihan bangsa yang nyata disegala bidang dan tercapainya Masyarakat Indonesia yang Adil Makmur Damai Sejahtera berdasarkan Pancasila menjadi milik bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Cerita ini disajikan secara apa adanya sesuai kenyataan yang terjadi, ada cukup banyak teman-teman di JALA dan JYF yang ikut menyaksikan dan mengetahui kronologis terjadinya peristiwa tersebut di atas, semoga kesaksian ini membuat kita dapat memahami dan menjawab : Apakah perjuangan ini merupakan sebuah visi yang dari Tuhan, ataukah hanya sekedar ambisi seorang Ruyandi Hutasoit ?

Cerita ini mengingatkan kita akan peristiwa kelahiran Kristus di kandang yang hina, dan dunia menolakNYA, karena dianggap Dia berkuasa, berkelimpahan, dan memiliki segalanya, secara alam pemikiran manusia seharusnyalah Dia lahir dari keluarga raja yang gemerlapan, sehingga dapat disembah dan diagungkan serta dielu-elukan oleh seluruh dunia, namun rancangan Tuhan berbeda dengan rancangan manusia. Demikian juga persis seperti keberadaan perjuangan PDS, karena pemimpinnya seorang Hamba Tuhan Injili yang hidupnya harus kudus, tak bercela, dapat menjadi teladan, dan tidak tergoda dengan harta dunia dan jabatan yang fana, namun Tuhan mau dia harus berjuang dalam wilayah yang dianggap kotor dan hina oleh masyarakat Indonesia apalagi oleh Para Rohaniawan, secara matematis dunia pelayanan pasti menolak dia. Persoalan yang pelik bagi seorang Ruyandi Hutasoit yang diperhadapkan pada situasi seperti yang dihadapi Yunus, secara kebutuhan daging sebagai seorang Dokter Bedah yang masih langka di Indonesia kehidupannya lebih dari cukup, apalagi pasti lebih terhormat sebagai seorang Hamba Tuhan yang dipakai Tuhan untuk khusus berjuang dibidang pelayanan kerohanian saja, yang tentunya akan diterima dengan tangan terbuka dan terhormat oleh jemaat Tuhan. Namun saya terkesan dengan selalu yang dikatakan Pak Ruyandi dalam menghadapi situasi tertekan "kita ikut apa maunya Tuhan deh" . Semua itu tentunya merupakan bagian dari badai kehidupan yang harus dilampauinya sebagai Rajawali yang mau dipakai Tuhan, ada harga yang harus dibayar, walaupun diimaninya bahwa cobaan yang dihadapi tidak akan lebih daripada kemampuan yang sudah Tuhan berikan, dan dibalik semua itu ada rencana yang indah yang Tuhan siapkan bagi para pemenang.

Selama ini dalam arti yang luas kita hanya berjuang dari luar pagar saja, sebagai salah satu contoh kecil antara lain, hingga saat ini banyak kelompok pendoa syafaat yang terus secara khusus berdoa bagi para pemimpin Indonesia, bahkan pada saat-saat tertentu mereka berdoa sambil mengelilingi gedung DPR MPR dan bahkan mengelilingi Istana Presiden memohon kiranya Tuhan memberikan hikmat dan kebijaksanaan bagi para wakil rakyat dan pemimpin bangsa ini, sehingga kebijakan yang akan dikeluarkan benar-benar mensejahterakan bangsa Indonesia, tapi krisis multidimensi itu terus berlangsung bahkan ada indikasi akan terus berlanjut.

Inilah saatnya kita berdoa kepada Tuhan "tidak hanya" dari luar pagar saja, sehingga jawaban Tuhan tidak pernah sampai pada Rakyat Indonesia secara keseluruhan, namun mengapa tidak lebih dari itu, kita harus berjuang dari dalam system politik bangsa ini, segala usaha kita akan sia-sia apabila kita tidak berani mengambil langkah iman / resiko untuk masuk kedalam mekanisme system pengambilan keputusan bagi bangsa ini, bahkan kita dapat berdoa memohon kepada Tuhan dari dalam gedung DPR MPR maupun dari dalam gedung istana Presiden sekalipun, dengan iman kita yakini tidak ada yang mustahil kalau Allah berkenan. Puji Tuhan mari kita tunjukkan pada dunia, bahwa Allah kita dahsyat dan perkasa, Ia akan memulihkan bangsa ini apabila : …. umatKu, yang atasnya namaKu disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. ( II Tawarikh 7:14.)

Hal yang paling penting saat ini adalah, sekaranglah waktunya !!! kita harus berjuang bergandengan tangan menyatukan tubuh Kristus dalam koridor kekudusan dan keterpanggilan, perjuangan kita bukan hanya sekedar mendapatkan kursi, namun yang utama adalah kualitas Kristiani demi untuk kemuliaan nama Tuhan, karena bila Tuhan berkenan bukan hanya kursi yang diberikan namun lebih daripada yang kita pikirkan, mari kita saling mendukung sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan untuk membangun bangsa yang kita cintai ini, jangan kita turut ambil bagian "menyalibkan" ataupun "hanya berdiam diri" dan "cuci tangan" seperti yang Pilatus lakukan terhadap Tuhan Yesus, dalam konteks Perjuangan Transformasi untuk Pemulihan Bangsa di bumi persada Indonesia yang tercinta ini. Tuhan Yesus memberkati keputusanmu. Amin…

 

Terbanglah Rajawali, Kita Bukan Anak Ayam !!!!

 
   
 
  MENU PDS
 
  Program PDS
  Program Kerja PDS
  Struktur Partai
  Kriteria Pengurus
 
  Pernyataan Sikap
  Amandemen Pasal 29 UUD 1945
  Masalah RUU Perbankan Syariah & SBSN
 
  International
  Language

 
   Forum
  Forum  Diskusi Bebas
 
 
   Contact Us
  Hubungi DPP PDS
  Webmail

                Yahoo! : Admin DPP PDS 
 

 
>> Link Terkait
 
 
 
Kasih Peduli Kepada
Mereka Yang Termarjinal
 
 
Ayo Dukung PDS Sekarang !
No Acc. 1983023600 -
BCA DAAN Mogot
a/n Partai Damai Sejahtera

Saat ini PDS-Online berupaya sebaik mungkin untuk dapat menjebatani komunikasi antara pendukung PDS dan Fraksi PDS 

Melalui kolom ini di harapkan Anda dapat memantau secara langsung kinerja Fraksi PDS serta secara langsung juga dapat menyampaikan pendapat, pertanyaan kepada anggota Fraksi kita di DPR klik

Kesejahteraan Kota adalah kesejahtraan kita bersama, Partai Damai Sejahtera sebagai partai yang peduli dengan kesejahtraan Anda membuat sebuah trobosan besar bagi finansial Anda!

Jaringan Kita tersebar di lebih dari 60 % seluruh kebupaten di seluruh Indoneisa dan eksis di semua provensi yang ada, hal ini menjadi suatu kekuatan yang besar! Dan semua ini ada adalah untuk bersama, untuk kemajuan kita bersama

Telah banyak kalangan usahawan / produsen yang  bergabung bersama kami, hal ini membuat Anda yang sedang mencari peluang usaha, mendapat kesempatan untuk berdagang lasung sebagai tangan pertama!

Dan bagi para pengusaha jaringan yang begitu besar yang tersebar di setiap provensi bahkan di lebih dari 60% kabupaten di Indonesia, membuat usaha Anda segera memiliki Pasar Sesungguhnya. Jangan lewatkan kesempatan Emas ini Tuhan memberkati ! klik